Selasa, 19 Agustus 2014

“Akhirnya”

[Inspirated by : Melody JKT48]
 




image
“bangunnn… kalo nggak bangun aku gigit nih… hahaha..” teriak seseorang disebelahku.
“ehmmm.. hoamm.. iyaaaa,, ini juga udah bangun kok ” ucapku lemas pada orang yang membangunkanku dari tidurku ini.
“iihhhh.. kok kamu lemes gitu sih, katanya mau ngajakin aku jalan hari ini..” ucap seseorang itu.
“iya iya… klo gitu aku mandi dulu ya, setelah itu kita jalan, OK !” balasku.
“ok !” kata seseorang itu sambil tersenyum.
“yaudah, sekarang kamu keluar dulu, atau kamu mau mandi bareng aku? hahaha..” ucapku.
“yee.. enak aja, ya sudah aku tunggu kamu diruang tamu ya. Ingat, mandinya jangan lama-lama..” balas orang itu seraya meninggalkan kamarku.
“iya iya..” ucapku.
Aku segera mengambil handuk dan bergegas menuju kekamar mandi.
Oiya, kenalkan namaku Akka Daito, umurku 17 tahun dan sekarang aku duduk di bangku kelas XII disalah satu sekolah negeri  dan orang yang membangunkanku tadi namanya Melody Nurramdhani, dia adalah sahabatku dari kecil.
Rumah kami juga bersebelahan, bahkan dari SD sampai SMA aku selalu duduk sebangku dengan Melody. Sebenarnya sih, semenjak naik ke kelas IX aku sudah mulai suka sama dia, mungkin karna aku seorang pengecut jadi sampai sekarang aku tidak berani mengungkapkan perasaanku ini.

Selesai mandi, aku segera mengenakan pakaian dan bergegas menemui Melody yang sudah menungguku sejak tadi di ruang tamu. Rencananya sih aku mau ngajak dia jalan hari ini, ya mumpung sekolah sedang libur..
“ayo, sudah siap nih..” ajakku pada Melody.
“lama banget sih kamu mandinya, kaya’ cewek aja hahaha..” ejek Melody.
“bodo, kita jadi jalan nggak nih ?” balasku pura-pura agak marah.
“i iya, jangan marah gitu dong, kan cuma becanda hehehe..”
“yaudah, pergi yuk..” ajakku.
“yuk..!” ucap Melody sambil menarik tanganku.

~oOOo~

“kita mau kemana dulu nih ?” tanya Melody padaku.
“terserah kamu aja deh..”
“loh, kan yang ngajak jalan kamu, harusnya kamu dong yang nentuin tempatnya.”
“yaudah deh, kita.. cari makan dulu gimana ? laper nih belum sarapan..” ajakku pada Melody.
“oke deh, tapi kita makan dimana ?” tanya Melody.
“di pinggir jalan deket taman situ aja, kita makan bakso disana, mau
nggak ?? ” tawarku pada Melody.
“boleh deh, kan kamu yang traktir.. hahaha..”
“yaudah yuk..” ucapku sambil menarik tangan Melody.
Sesampainya disana, aku dan Melody langsung memesan makanan dan segera melahap makanan tersebut. Sesudah makan aku mengajak Melody ketaman, letaknya dekat dengan tempat kami sarapan tadi.
“Mel, ke taman yuk ?” tanyaku pada Melody.
“yuk..” balasnya.

Sesampainya ditaman..
“Mel, duduk situ yuk..” ucapku sambil menunjuk sebuah bangku panjang. Aku dan Melody pun duduk dibangku itu.
“aduh kenyang banget nih..” ucap Melody sambil mengelus-elus perutnya.
“ya iyalah kenyang, aku cuma pesen 1 mangkok, kamu pesen 3 mangkok.. -_-“
“hehe.. abis enak sih baksonya, makasih ya Ka.. udah mau traktir aku..” ucap Melody sambil tersenyum.
“iya iya..” jawabku pasrah.
“eh, abis ini kita mau kemana nih ?” tanyanya padaku
“kita nonton yuk, mau nggak ?? aku udah ada tiketnya nih..” ucapku sambil menyodorkan tiket pada Melody.
“widihh.. aku ditraktir lagi nih, hehe.. oke deh, makasih ya Ka..” balas Melody sambil mencubit pipiku.
“iya iya, tapi nggak usah pake nyubitin pipi orang kalee..”
“hihihi.. abis kamu lucu sih Ka, gemes deh jadinya..” balasnya.
“yaudah, berangkat yuk !”
“eh, tunggu.. kita naik apa kesana ?” tanya Melody agak kebingungan.
“iya ya, emm… eh ada angkot tuh, naik angkot aja yuk (?)” ajakku.
“yuk…” balas Melody.
Akhirnya aku dan Melody menaiki angkot untuk pergi ke bioskop. Sesampainya disana kami segera masuk dan mulai menonton film yang akan diputar.
Satu jam, dua jam, tiga jam. Akhirnya kami selesai menonton film. Sebelum kami kembali pulang, Melody mengajakku untuk makan terlebih
dahulu.
“Ka, kita makan dulu yuk laper nih..” ajak Melody padaku.
“oke, lagian aku juga lagi laper nih.” Balasku
“eh Mel, tapi kita mau makan dimana nih ??” sambungku.
“udahhh.. ikut aja.. yuk..” balas Melody sambil menarik tanganku.
~o00o~
“nah, disini nih tempatnya..” ucap Melody. Ia membawaku kesebuah
warung kecil yang letaknya tidak jauh dari bioskop.
“kamu mau pesen apa ?” tanya Melody padaku.
“ehmmm… aku sama kaya’ kamu ajalah.”
“yaudah, mbak kita pesen soto ayamnya 2 sama es tehnya 2 ya mbak..” ucap Melody pada penjual.
“oh iya mbak, tunggu sebentar ya..” balas sang penjual.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan kami datang. Kami
pun segera melahap makanan yang sudah ada didepan kami. Setelah selesai makan dan hari sudah mulai sore, aku dan Melody memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, aku mengajak Melody untuk pergi ke sebuah danau yang letaknya tidak jauh dari taman.
“Ka, kita ngapain kesini ??” tanya Melody yang agak kebingungan.
“eh Mel, kita duduk di dermaga situ aja yuk !” ajakku sambil menarik
tangan Melody.
Saat duduk di dermaga. . .
“indah ya Mel pemandangannya..” ucapku memulai pembicaraan
“iya, indah banget..” balas Melody sambil tersenyum.
“ehh.. Mel, aku mau ngomong sesuatu nih sama kamu..”
“ngomong apa Ka ?? kaya’nya penting banget..” ucap Melody sambil memperhatikanku.
“emm.. Sebenarnya, aku suka Mel sama kamu, aku sayang banget sama kamu.. aku pengen hubungan kita lebih dari sekedar teman Mel, kamu mau nggak jadi pacar aku ??
“[. . .]” Melody hanya terdiam.
“Aku nggak maksa kamu buat nerima aku atau pun jawab pertanyaanku sekarang kok Mel, dengan kamu tahu kalau aku itu suka sama kamu aja, itu udah cukup kok Mel buat aku..” lanjutku sambil tersenyum.
“Kamu tau gak, momen kayak gini yang aku tunggu-tunggu Ka. Aku juga suka sama kamu, dari kita kelas 2 SMP dulu. Dan aku selalu menunggu kamu nembak aku kayak gini Ka” kata Melody kepadaku sambil tersenyum.
“Jadi, artinya kamu….”
“Iya Ka, aku mau kok jadi pacar kamu” jawab Melody.
“Makasih ya Mel, aku janji.. bakal jagain kamu dan aku akan selalu setia sama kamu.. ” ucapku sambil memeluk Melody erat-erat.
“Aku nggak butuh semua janji kamu Ka, tapi aku cuma mau bukti kok dari kamu.. ” balas Melody sambil membalas pelukanku.
Dan mulai saat itu, aku dan Melody resmi menjadi sepasang kekasih. Akupun juga sudah merasa lega, karna perasaanku yang aku pendam selama bertahun-tahun akhirnya terucap juga. Ya, akhirnya. . .
-TAMAT-
Created by: @MachfudzYuda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar