Akupun membuka SMS itu,
dan isinya…
-SINKA : Malam Ky.. :)
-RIZKY : Malam juga
Sin, ada apa malem-malem gini SMS ?
-SINKA : Nggak apa-apa
kok, aku cuma mau ngucapin terima kasih buat yang tadi pagi !!
-RIZKY : Oh iya Sin,
sama-sama. Aku sekali lagi juga minta maaf ya, buat kejadian tadi pagi.
-SINKA : Iya, nggak
apa-apa kok. Eh, kamu lagi ngapain ??
-RIZKY : Aku lagi
beres-beres buku pelajaran nih buat besok. Kamu sendiri ?
-SINKA : Nggak lagi
ngapa-ngapain nih.. Eh, besok pulang sekolah kamu ada acara nggak ??
-RIZKY : Nggak tau Sin,
emang ada apaan ?
-SINKA : Emm.. Kita
jalan yuk, mau nggak ??
-RIZKY : Gimana ya..
Emm.. Yaudah deh, besok aku usahain !
-SINKA : Kalau gitu,
besok sepulang sekolah aku tunggu kamu ditaman yang biasa kita kunjungi dulu
itu ya..
-RIZKY : Iya !
-SINKA : Yaudah kalau
gitu, aku tidur dulu ya.. Night Kiky !
-RISKY : Night too !
Lalu aku kembali merapikan buku-buku
pelajaranku. Setelah selesai, akupun segera pergi tidur. Pagi telah tiba, aku bangun dari tempat
tidurku lalu menuju ke kamar mandi untuk mandi pagi. Selesai mandi, kukenakan
baju OSIS ku untuk menyambut hari selasa ini. Setelah semua beres, aku lalu
meuju ke lantai bawah untuk mengisi perutku yang sudah kosong ini. Seperti
biasa aku selalu menyapa adikku dan kedua orang tuaku. Selesai sarapan, aku
langsung menuju ke garasi untuk mengambil sepedaku dan segera aku berangkat
menuju ke sekolah. Sesampainya di sekolah, aku segera memarkirkan sepedaku dan
menuju ke kelas. Saat menuju ke kelas, tepatnya di aula aku melihat ada seorang
cewek yang sedang kebingungan mencari sesuatu. Setelah kudekati ternyata itu
adalah kak Melody, atau yang biasa di panggil kak Melo. Kakak kelas yang
menempati kelas XII IPA 1. Aku bisa kenal sama kak Melo ketika dulu waktu MOS
aku di bombing oleh dia. Sejak saat itu aku dan kak Melo mulai akrab. Dia juga primadona di sekolah ini. Banyak
sekali cowok yang naksir sama kak Melo, tapi sayang sekali kak Melo ini sudah
punya pacar. Namanya kak Cakka. Dia ini sahabat kecil kak Melo. Aku dulu sempat
berfikir, kok bisa ya sahabat berubah jadi cinta ? Aneh tapi nyata. Akupun
menghampiri kak Melo.
“ Selamat pagi kak.. “
Sapaku pada kak Melo.
“ Eh, hei.. Pagi juga
Ky. “ Balasnya.
“ Kakak lagi ngapain ?
Keliatannya kaya’ lagi nyari sesuatu ? “ Tanyaku penasaran.
“ Iya nih, aku lagi
nyari liontin aku yang hilang. Tadi barusan jatuh disini. “ Jawab kak Melo
sambil masih mencari anting-antingnya yang hilang.
“ Oh.. Mau aku bantuin
kak ? “
“ Boleh.. “ Aku dan kak
Melo pun dengan teliti mencari liontinnya.
“ Emang berharga banget
ya kak liontin nya ? “ Tanyaku lagi.
“ Iya, itu liontin
pemberian Cakka soalnya dek.. Entar kalau hilang, akukan jadi nggak enak sama
dia nya. “ Tak berselang lama akhirnya kutemukan liontin kak Melo. Liontin ini
sangat lucu bentuknya. Tak heran kalau kak Melo menyukainya.
“ Nih kak liontin nya!
“ Ucapku sambil kuberikan liontin yang sudah aku temukan.
“ Akhirnya.. Makasih ya
dek udah mau ngebantuin kakak nyariin liontin kakak yan hilang. “
“ Iya kak, sama-sama.
Yaudah, kalau gitu aku ke kelas dulu ya kak.. Daahhh “ Kataku sembari
meninggalkan kak Melo di aula.
“ Iyaa.. Sekali lagi
makasih ya… ! “ Balas kak setengah teriak.
Sesampainya di kelas aku langsung
duduk di tempat dudukku. Satu persatu semua siswa masuk kedalam kelas.
Ternayata jam pelajaran pertama kosong, guru pembimbing sedang ada urusan.
Suasana kelaspun menjadi ricuh, ada yang nyanyi nggak jelas, pada ngerumpi, ada
yang pukul-pukul meja, komplitlah. Tapi
tidak denganku, aku hanya memandangi satu orang yang dari pagi hanya
duduk diam di kelas, dan orang itu adalah Dhike.
“ Hai Ke.. “ Sapaku
membuka percakapan.
“ Eh.. Hai juga.. “
Balasnya sambil tersenyum.
“ Lagi ngapain ? Kok
dari tadi ngelamun mulu.. ada apa sih ? “
“ Nggak ada apa-apa
kok. “ Jawabnya singkat.
“O iya, kemarin kamu
jualan kue ? “ Tanyaku lagi.
“ Ehh.. Emm.. Iya. “
Katanya dengan pelan sambil menundukkan kepalanya.
“ Oh.. Jadi ibu kamu
penjual kue ? Atau cuma kamu yang jualan kue ? “ Tanyaku bertubi-tubi. Tapi
kali ini Dhike hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku sepatah katapun.
“ Loh, kok diem ?”
“ Kamu mau ngejek aku
ya ? “ Kata Dhike yang sepertinya tidak senang dengan pertanyaanku.
“ Enggak, aku nggak
ngejek kamu kok. Akukan cuma tanya aja. Bantahku dengan santai.
“ Jika aku beritahu, apa
kamu mau janji buat nggak ngasih tau ke semua ini ke siapapun ? “
“ Iya, aku janji.. “
Jawabku meyakinkan Dhike. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memotong
pembicaraan kami.
“ Iya, kita juga janji
kok!! “ Dengan reflek aku dan Dhike langsung menoleh ke belakang. Ternyata
dibelakang kami sudah ada beberapa temanku. Tak lain dan tak bukan adalah Adit,
Nikko, Noella, Daito, Yupi dan Ikha.
“ Lah, kalian ngapain
di sini ?? “ Tanyaku kaget dengan keberadaan mereka.
“ Dengerin orang cerita
lah.. “ Sahut Noella.
“ Eh iya, kita belum
kenalan. Aku Noella biasa dipanggil wewel “ Tambahnya sambil mengulurkan
tangannya.
“ Aku Dhike. “ Balas
Dhike dengan nada pelan. Lalu mereka semua berkenalan satu persatu.
“ Eh, tadi kamu mau
cerita apa ? “ Tanya Yupi penasaran.
“ Iya, kamu mau ceriata
apa ? Kita nggak bakal kasih tahu siapa-siapa kok. “ Tambah Ikha.
“ Iya Ke, kamu kan
sekarang juga udah jadi temen kita. Jadi kamu nggak usah khawatir !“ Ucap Adit.
Akhirnya Dhike menceritakan semuanya. Kalau sebenarnya dia anak penjual kue.
Ibunya setiap hari selalu menjual kuenya di pasar, sedangkan Dhike akan
membantu ibunya ketika ia sudah pulang sekolah. Dia juga berkata kalau dia ini
anak tunggal, sedangkan ayahnya sudah meninggal gara-gara penyakit jantung.
Jadi sekarang dia hanya tinggal berdua bersama ibunya. Dhike merahasiakan ini
semua karna ia takut kalau taman-tamannya tahu, ia akan di ejek habis-habisan.
Seperti yang dialaminya sewaktu sebelum bersekolah disini. Merekapun paham
dengan apa yang di ceritakan oleh Dhike. Lalu merekapun membuat kesepakatan.
Mereka akan membantu Dhike sepulang sekolah untuk berjualan kue setiap hari.
Awalnya Dhike menolak, karna Dhike tidak ingin merepotkan teman-temannya. Tapi
justru teman-temannya yang memaksa Dhike agar mereka boleh membantunya. Lalu
merekapun membuat jadwal untuk mengatur pembagian tugas. Hari senin yang
membantu Dhike adalah Noella dan Nikko, hari selasa yang membantu adalah Rizky,
hari rabu Ikha, hari kamis Yupi, hari jumat Daito, dan untuk hari sabtunya
adalah si Adit. Akhirnya mereka menyepakati jadwal itu. Tak terasa waktu begitu
cepat, dan bell menandakan sekolah telah usai pun berbunyi. Sesuai jadwal,
karna hari ini adalah hari selasa maka yang membantu Dhike berjualan adalah
Rizky. Sebelum pulang, Dhike memberikan alamat rumahnya pada Rizky. Lalu mereka
pulang kerumah mereka masing-masing. Sesampainya di rumah, aku segera ganti
pakaian dan langsung menuju ke rumah Dhike menggunakan sepedaku. Saat di tengah
jalan aku bertemu Viny yang sedang menaiki sepedanya.
[BERSAMBUNG]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar